Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

how to keep your food clean and safe

 Menjaga kebersihan dan keamanan makanan bukan hanya soal estetika dapur, melainkan langkah krusial untuk mencegah keracunan makanan dan penyebaran bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli.1

Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara menjaga makanan tetap bersih dan aman untuk dikonsumsi, berdasarkan prinsip utama keamanan pangan.

how to keep your food clean and safe

how to keep your food clean and safe

how to keep your food clean and safe.pdf

1. Jaga Kebersihan (Clean)

Kebersihan adalah fondasi utama.2 Bakteri bisa berpindah dari tangan, peralatan, hingga permukaan dapur ke makanan Anda.3

  • Cuci Tangan: Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sebelum menyentuh bahan makanan, setelah dari toilet, atau setelah memegang hewan peliharaan.4

  • Bersihkan Peralatan: Cuci talenan, pisau, dan wadah dengan air sabun panas setiap kali selesai digunakan, terutama setelah bersentuhan dengan daging mentah.5

  • Cuci Bahan Makanan: Bilas sayur dan buah di bawah air mengalir sebelum dikupas atau dipotong.6 Namun, hindari mencuci daging mentah atau ayam, karena percikan airnya justru dapat menyebarkan bakteri ke seluruh area wastafel dan dapur.7

2. Pisahkan untuk Hindari Kontaminasi Silang (Separate)8

Kontaminasi silang terjadi ketika bakteri dari bahan mentah berpindah ke makanan yang siap santap.9

  • Talenan Berbeda: Gunakan satu talenan khusus untuk daging mentah dan talenan lain untuk buah atau sayuran.10 Jika memungkinkan, gunakan kode warna.

  • Penyimpanan di Kulkas: Simpan daging, unggas, dan seafood mentah di rak paling bawah kulkas agar cairannya tidak menetes ke makanan lain.

  • Wadah Terpisah: Pastikan bahan mentah selalu berada dalam wadah tertutup rapat.11

3. Masak hingga Matang Sempurna (Cook)12

Suhu panas yang tepat adalah satu-satunya cara efektif untuk membunuh kuman penyebab penyakit.

  • Gunakan Termometer Makanan: Warna daging bukan indikator kematangan yang akurat. Pastikan suhu internal mencapai standar aman (misalnya, ayam di suhu 74°C dan daging sapi di 63°C-71°C).

  • Panaskan Ulang: Jika memanaskan makanan sisa, pastikan makanan tersebut panas merata hingga mengeluarkan uap (minimal 75°C).

4. Simpan di Suhu yang Aman (Chill)

Bakteri tumbuh paling cepat pada "Zona Bahaya" (Danger Zone), yaitu antara suhu 5°C hingga 60°C.13

  • Aturan 2 Jam: Jangan biarkan makanan matang atau bahan yang mudah rusak berada di suhu ruang lebih dari 2 jam (atau 1 jam jika suhu udara di atas 32°C).

  • Suhu Kulkas: Pastikan suhu kulkas Anda berada di bawah 4°C dan freezer di bawah -18°C.

  • Cara Mencairkan (Thawing): Jangan pernah mencairkan makanan beku di atas meja dapur. Gunakan kulkas, air dingin yang diganti berkala, atau microwave.14

5. Pilih Bahan Baku yang Aman

Keamanan pangan dimulai sejak Anda berbelanja.

  • Cek Tanggal Kedaluwarsa: Selalu periksa label dan hindari membeli kaleng yang penyok, kembung, atau bocor.

  • Gunakan Air Bersih: Pastikan air yang digunakan untuk mencuci dan memasak berasal dari sumber yang bersih dan layak minum.15


Tips Cepat: Ingat prinsip "When in doubt, throw it out" (Jika ragu, buang saja). Jangan mengambil risiko dengan makanan yang bau, tekstur, atau warnanya sudah mencurigakan.


Post a Comment for "how to keep your food clean and safe"